Bonjur Haiti…

Bonjour…Welcome to the UN Mission in Haiti..
Masih teringat sejak panasnya pagi itu….Sabtu, 24 Agustus 2010 di Airport Guy Malarie, Port-au-Prince Haiti kata-kata itu ketika kami diterima oleh Chief of Induction tanggal 24 Juli 2010, Mr. Siaka Sidibe, seorang UNPOL Mali yang sangat wise dan menenangkan hati..
Hari itu kami diterima di MINUSTAH ( Mission Unie pour Stabilization en Haitii). Kemudian Kami 10 (sepuluh ) orang UN Police dari Polri yang pertama kali menginjakkan kaki di Haiti.. Kami bertujuh mendarat dengan pesawat American Airline dan membawa pesan dari pemerintah Indonesia untuk melaksanakan tugas di Haiti. Kemudian 2 (dua) bulan kemudian disusul oleh 3 (tiga) orang lagi dari polri karena masalah Visa yang tidak bisa bersama-sama dikeluarkan dari Kedutaan Amerika di Jakarta. Kisah kami yang baru datang dari Indonesia menapakkan kaki di Haiti, Kepulauan Karibia berlanjut. saat ini kami sudah memasuki setelah memasuki bulan ke-13 di Kepulauan Hispaniola ini. Dua minggu pertama teman-teman mulai menanyakan…Ada jualan soto enggak yah disini kalau pagi-pagi? Nah mulai deh home sick satu-satu.
Satu lagi rekan saya menanyakan…wah kalo lagi hujan rintik-rintik gini enaknya makan indomie anget pake cabe rawit..oouuhh sedapnya..hahaa ampun deh. Waktu itu kami belum menerima paket kiriman barang cargo kami yang diangkut oleh DHL dari Indonesia. Padahal seluruh ransum dan perlengkapan kami ada didalam Cargo tersebut. Oh iya kami mendapatkan jatah 100 Kg untuk tiap personel membawa barangnya dalam proses Check in dan Check Out di Misi, mungkin di Misi-misi lain juga seperti itu.
Kebetulan kami menginap di Kapal Pesiar Ola Emeralda, sebuah Kapal Pesiar Berbendara Venezuela dan berlabuh di Port Au Prince. Setiap pagi kami bangun jam 05.00, melakukan persiapan dan makan pagi jam 06.00, dan setelah itu kami dijemput oleh beberapa Bus yang mengantar kita ke Delta Camp. Delta Camp adalah HeadQuarters, sebuah Camp yang sebenarnya dirancang untuk FPU salah satu negara Kontingen, namun karena gempa 12 Januari 2010 yang meluluhlantakkan Hotel Christophe yang digunakan sebagai headquarters MINUSTAH, dan menewaskan beberapa Kolega UN Pol dan Militer termasuk SRSG ( Special Representative of the Secretary General) , Force Commander dan Police Comissioner, akhirnya Headquarters dipindah ke Delta Camp ini. Ok, kembali ke Ola Esmeralda, Crew mereka berasal dari Venezuela, negara tetangga di Selatan Haiti. Fasilitasnya? Waah boleh dibilang sangat lengkap, ada Gym, Swimming Pool, Spa, Jacuzzi, Dinner and Breakfast all in, dan fasilitas Lounge untuk para pengguna Wi-fi dan sambil menikmati secangkir Kopi. Dan yang paling keren..tiap Jum’at malam ada Salsa Party. Setelah dua bulan lebih tinggal di Kapal Pesiar Ola Esmeralda, kami harus hengkang dalam rangka mencari akomodasi di daratan atau kota Port au prince, hal ini tentu tidak mudah karena kita mencari yang murah dan dengan fasilitas dan akses yang dapat dicapai. Kejadian pengumuman hasil Pemilu kemarin tanggal 28 November 2010 masih menghantui kami di mana seluruh area di ibukota terbakar oleh demonstran, dan kami standby untuk di evakuasi selama lebih dari 4 hari. Kejadian ini karena mayoritas para calon presiden yang mengikuti pemilu menganggap bahwa Pemilu tidak berjalan dengan adil dan fair, termasuk korban kolera yang tidak bisa mengikuti Pemilu dianggap terlalu banyak, kurang lebih 60.000 orang terinfeksi dan 3000 orang lebih telah meninggal dunia. Kebetulan saya ditugaskan secara sementara untuk Pengamanan Pemilu di Region Sud-Est ( South East) dengan kurang lebih 25 orang UNPOL lainnya dari MINUSTAH Headquarter. Tugas itu kami laksanakan selama dua minggu, mengantarkan kotak suara ke 5 voting centre dengan pengawalan dari Peruvian Military. Akhirnya selesai dan kembali ke ibukota Port au Prince. Oh iya, kami “kebetulan” bertugas di Port au Prince ( karena tahu kualitas orang Indonesia atau karena jago negosiasi Komandan Kontingennya..hihihi) jadi kami tinggal sebuah Compound yang terdiri dari 3 (tiga) apartment dan satu rumah. Kami sebanyak sepuluh orang, dan bersama 2 (dua) staff sipil MINUSTAH yaitu Mas Yogi dan Mba Enno Thamrin, sepakat untuk tinggal di sebuah compound tidak jauh dari Delta Camp itu. Inilah Compound pertama di Haiti yang ditinggali oleh orang Indonesia seluruhnya. Kami bilang ini kedutaan Indonesia di Haiti..hehehe. Karena kami tinggal satu rumah, tentu harus ada yang bertugas secara bergiliran memasak, dan membersihkan apartment (namanya juga anak kost-kostan). Satu apartment ditempati oleh 3 orang dan satu rumah ditempati oleh 4 orang. Setiap rumah ada pembantu yang membantu kami membersihkan rumah dan mencuci baju.
Tentang Haiti, semenjak kami disini sudah banyak sekali berita tentang situasi keamanan dan epidemic Kolera yang diberitakan oleh media Massa Indonesia dan Internasional. Terakhir kami melaksanakan Peringatan 1 (satu) tahun Gempa Bumi Haiti yang memakan korban 200 orang lebih dan 140 orang peacekeepers. Peringatan itu dilakukan dua kali, satu di pagi hari dimana saya menghadiri juga bertempat di Logistics Base MINUSTAH, dan satu di sore hari bertempat di Brazilian Batalion. Keduanya dihadiri oleh perwakilan dari UN Headquarters New York dan SRSG Edmunt Mullet.
Beberapa bulan yang lalu SRSG sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Misi Perdamaian ini juga baru diganti oleh Mariano Fernandez dari Chile.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s