Profesional Occupational Crime ala Gayus Tambunan, Gaya Hidup dan Remunerasi Polri

Bukan rumahnya Gayus...Pernik pernik perjalanan hidup seseorang dilihat dari apa yang bisa dia perbuat dengan kekuatan yang dia miliki….Potret Gayus Tambunan, seorang PNS Ditjen Pajak Golongan IIIA, berumur 30 tahun…adalah potret buruknya perilaku profesional yang sudah tak asing lagi…muda, berkarier bagus, bermobil mewah, rumah di real estate mewah,punya power (…dan melakukan manipulasi hukum, mencari celah hukum, untuk kepentingan pribadi) dan akhirnya terpuruk di usia muda…
Tidak salah…seseorang mempunyai cita-cita yang tinggi…memiliki rumah yang layak, mobil mewah, dan gaya hidup yang diimpikannya sejak kecil…melihat derasnya arus konsumerisme dan kapitalisme dengan menawarkan kebutuhan tertier yang luar biasa mahal dan lux..
Namun cita-cita itu menjadi salah, bila diwujudkan dengan menjadikan keahlian dan profesionalismenya sebagai alat untuk menggapai cita2nya…
Remunerasi Polri sebentar lagi akan turun, dengan anggaran 32 Trilyun yang sudah disetujui Menteri Aparatur Negara untuk Polri…selayaknya Polri harus memiliiki dan mengantisipasi Profesional Occupational Crime..
Dari sudut pandang Kriminolog JoAnn L.Miller..Profesional Occupational Crime didefinisikan kepada para profesional yang dimaksud adalah”a recognition that those with their profession are controlled in their works environment internally, by codes of ethics;whereas workers are likely to be controled in their environment externally, by laws”.
Walaupun terpisah yaitu penjelasan dari kesempatan dari Kejahatan Profesional yang terorganisir, beberapa analist juga termasuk sebagai pekerjaan Profesional sehari-hari.Pekerjaan-pekerjaan profesional yang dimaksud oleh JoAnn Miller adalah peekrjaan yang diatur oleh Kode etik, dibatasi hukum, karena pekerjaannya menyangkut akuntabilitas dari profesi seseorang untuk reputasinya sebagai seorang profesional.
Oleh karena itu, Departemen Keuangan, dalam rangka menjaga profesinalismenya..melakukan remunerasi sejak beberapa tahun lalu, demi mencegah terjadinya tindakan profesional occupational crime ini…
Mereka menaikkan gaji, diatas standard PNS yang lain, dan disetujui langsung oleh Pemerintah supaya tindakan manipulasi pajak dan pelanggaran hukum yang berkaitan dengan pajak bisa dihindari. Namun apa kenyataannya….Gayus Tambunan, adalah potret bahwa Gaji yang tinggi, tidak membuat keinginan hidup bermewah-mewah dan “kegatalan” untuk melakukan penyimpangan menjadi reda, malah makin menjadi-jadi.
Pelajaran ini sangat berharga…..Remunerasi Polri sudah didepan mata, berbagai pelanggaran dari yang terkecil (suap di jalan) tidak ditolerir, bahkan ada yang diberikan saksi tegas, seperti mutasi, skors, non aktif dan pecat, dan telah memakan banyak petugas Polri…seharusnya…Aparatur Polri, sebagai lembaga penegak hukum, yang tergabung ke dalam Criminal Justice System, sudah siap melakukan remunerasi, bila kita tidak “bernafsu” memliki barang mewah, gaya hidup mewah, bahkan lebih siap dari Departemen Keuangan…
Sepantasnyalah…saya kembali berharap ( seperti gayus berharap punya rumah mewah dan jadi kenyataan) supaya Remunerasi ini…dapat merubah mentalitas dan memperkecil keinginan untuk melakukan tindakan-tindakan tercela, terlebih yang dapat merusak nama INSTITUSI…yang membuat darah ini mendidih karena panas..dapat dihindari…tetap semangat rekan-rekan Polri…kita laksanakan remunerasi dengan tingkah laku yang bersih, dari diri sendiri, dari yang terkecil…Sukses selalu..Polri tetap Jaya….!!!!!


2 thoughts on “Profesional Occupational Crime ala Gayus Tambunan, Gaya Hidup dan Remunerasi Polri

    1. Masalahnya sekarang di penjara pun dia masih santai-santai dengan mengatur strategi untuk kembali ke kancah dunia hitam. UU Money Loundering harus dilaksanakan maksimal, Sampai saat ini kita belum serius untuk berperang terhadap Korupsi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s