Memperbaiki Keadilan Masyarakat

 

Pendekatan Komperhensif Untuk Menekan Kejahatan dan Kekerasan dalam Kebudayaan Kita

Artikel karya Bonnie Bucqueroux

 

 

    Artikel ini berdasarkan penelitian dan bukti-bukti empiris yang ada di Amerika, dilakukan oleh seorang peneliti dan direktur asosiasi dari National Center of Community Policing di Universitas Negara Bagian Michigan yang bernama Bonnie Bucqueroux selama 9 tahun, ia bekerjasama dengan
Dr. Robert Trojanowicz
seorang pionir pergerakan community policing dan mereka membuat buku terlaris tentang refomasi community policing. Bucquerox saat ini tetap melakukan aktifitas sebagai konsultan dalam forum community policing dan forum penelitian kepolisian untuk memecahkan masalah-masalah dengan konsorsium community policing dalam penerapannya. Artikel Bucquerox membahas tentang penelitian atas fenomena yang terjadi pasca pelaksanaan community policing di sistem kemasyarakatan Amerika Serikat. Amerika telah mengalami pencapaian tujuan yang dramatis dalam hal menekan tingkat kejahatan di beberapa tahun terakhir. Namun tingkat kejahatan dan kesengsaraan akibat kejahatan masyarakat di Amerika Serikat masih tinggi. Tulisan ini menawarkan model sebuah alternative yang memisahkan sistem kejahatan dan kenakalan anak saat ini, dan untuk membuat visi ini menjadi kenyataan, ada tiga fase yang perlu dilaksanakan:

  1. Membangun sebuah model perbaikan keadilan masyarakat yang menggabungkan esensi dari reformasi besar, keadilan kriminal dan kenakalan anak. Ini adalah model yang komperhensif dari bentuk perbaikan keadilan masyarakat.
  2. Mempromosikan organisasi pembelajaran, melakukan transformasi polisi, penuntutan, pengadilan dan memperbaikinya menjadi organisasi yang dapat beradaptasi dalam menyerap perubahan.
  3. Memperkuat Masyarakat, membuat kapasitas dalam masyarakat agar mereka bermitra dalam proses penggabungan social control yang formal dan informal dalam suatu kesatuan, pendekatan lingkungan kemasyarakatan.

     

     

Trend Kejahatan

Dalam dua dekade terakhir, lahirlah sebuah reformasi community policing, keseimbangan dan perbaikan keadilan, gerakan perjuangan hak-hak korban, penuntutan didalam masyarakat, pengadilan khusus (untuk narkoba, gangguan mental). Sukses tergambar dalam penurunan dramatis untuk kejahatan dengan kekerasan. Biro Investigasi Federal ( FBI) melaporkan data kejahatan dengan kekerasan secra menyeluruh di tahun 2002 lebih rendah dari pada tahun 1993. Pembunuhan turun drastic sampai ke titik yang tidak pernah ada di tahun 1960. Berdasarkan laporan Departemen Hukum Amerika Serikat, ratio tingkat pembunuhan per 100.000 mendekati 10,2 di tahun 1980, menurun sampai 5,5 di tahun 2000. Begitu pula dengan angka pemerkosaan, yang mendekati angka 64,8 per 100.000 perempuan di tahun 2002, telah menurun sampai 20 % di bawah ratio tahun 1993.

Berdasarkan studi oleh Institut Kriminologi Australia, trend pembunuhan internasional antara tahun 1974 dan 1998 menunjukkan, bahwa walaupun terjadi penurunan dramatis di angka pembunuhan yang dicapai Amerika Serikat, rata-rata pembunuhan di Amerika lebih tinggi dari pada misalnya di Australia, Kanada dan Inggris/Wales.

Berdasarkan studi yang dilakukan Institut Peradilan Nasiona,l disimpulkan bahwa pengeluaran dan biaya yang diakibatkan oleh viktimisasi kejahatan dapat dilihat dari dua dimensi: berapa biaya dolar yang dikeluarkan, dikalkulasikan dengan ditambahnya kehilangan property, hilangnya produktifitas, tagihan kesehatan lebih sedikit dibandingkan dengan dimensi yang tidak bisa dihitung secara kuantitas yaitu bentuk sakit yang diderita, emosional trauma, dan resiko kematian dari viktimisasi.

Meledaknya populasi di penjara juga menjadi perhatian dari menurunnya angka kejahatan yang terjadi di Amerika. Berdasarkan data dari Biro Hukum dan Statistik, populasi penjara dan rumah tahanan naik mencapai angka 2 juta orang dalam sejarah pada tahun 2002. Angka ini berarti perbandingan dari 701 per 100.000 orang yang berarti tertinggi didunia , atau lebih tinggi dari Rusia, yang sekarang ada di urutan kedua dengan ratio 611 per 100.000 orang.

Jumlah penahanan di Amerika Serikat telah bertambah 3 kali lipat lebih banyak dari sejak tahun 1980, di Amerika Serikat 219.598 orang di penjara dan 183.988 di rumah tahanan. Pada tahun 2003, telah naik menjadi 753.141 di penjara dan 665.475 orang di rumah tahanan. Hanya 40 % hal kenaikan di penjara Negara bagian yang memberikan tanda naiknya penahanan atas pelaku kejahatan dengan kekerasan dan 60 % adalah pelaku tindak pidana bukan dengan kekerasan dan narkoba. Jumlah para pelaku tindak pidana yang mengalami percobaan dan tahanan luar bertambah sangat besar, ke titik 6,7 juta orang Amerika di balik jeruji atau dalam masa pengawasan, lebih tinggi daripada tahun 1980 sebanyak 265%.

Permasalahannya dengan beban Negara seberat itu, apakah tidak akan ada kejahatan di kemudian hari? Masyarakat yang frustasi akan kejahatan mungkin memahami akan penyelesaian secara cepat tersebut, Namun, mereka yang didalam penjara akan masuk kembali ke masyarakat. Secara kasar ada sebanyak 1600 orang yang dibebaskan dari penjara per hari dan penelitian menyimpulkan bahwa dua pertiga dari orang-orang tersebut akan dipenjara dalam waktu tiga tahun setelahnya.

 

Kesempatan untuk melakukan dengan lebih baik

    Dalam selama dua dekade terakhir penerapan inovasi dan percobaan terhadap sistem pencegahan kejahatan dan kenakalan anak, telah membantu untuk melihat apakah sistem ini bekerja atau tidak. Dengan investasi terhadap penelitian yang relevan, terutama terhadap perbandingan kebutuhan, terdapat study yang sedang berkembang yang menyediakan perubahan mendasar secara keseluruhan dan respon yang efektif untuk menekan angka kejahatan dan kekerasan. Beberapa kontribusi besar yang dapat melakukan perubahan adalah sebagai berikut :

  1. Community Policing
  2. Perbaikan keadilan dan keseimbangan
  3. Hak-Hak Korban
  4. Kekerasan terhadap Perempuan
  5. Peran Gangguan Mental dan Sosial
  6. Desentralisasi dan personalisasi pelayanan
  7. Pengadilan khusus
  8. Rencana Strategis
  9. Alat Bukti-berdasarkan pelatihan dan program-program.

     

    A Restorative Community Justice model

        Sebuah model perbaikan keadilan masyarakat., Community mengingatkan kita akan community policing yang membawa kearah demontrasi kekuatan untuk perubahan ada didalam masyarakat yang hidup bertetangga. Warga masyarakat, dalam berkawan / berpartner secara unik akan berkombinasi berdasarkan pengetahuan dan dinamika lingkungannya dengan kekuatan sosial kontrol informal dan kekuatan moral dan dilaksanakan potensi ini menjadi tugas untuk membuat lingkungan mereka menjadi lebih baik dan lebih aman untuk hidup, bekerja, dan membangun keluarga.

        Ada 12 kunci untuk membuat suatu perbaikan keadilan masyarakat :

    1. Membangun hubungan- dalam inti dari perbaikan keadilan kemasyarakatan adalah komitmen untuk memperkuat hubungan dalam sistem dan dengan professional lainnya dan dengan komunitas lainnya.
    2. Revitalisasi komunitas-ketika komunitas membangun sosial kontrol informal dalam rangka mendukung ketaatan terhadap hukum dan membantu para pemuda untuk tumbuh dengan hukum, kehidupan bertetangga menjadi lebih baik dan lebih aman untuk bekerja dan membangun keluarga. Walaupun begitu, tingginya kejahatan diantara lingkungan kelas sosial yang rendah karena kurangnya struktur yang layak dan dukungan terhadap potensi dari kekuatan ini.
    3. Menjadi organisasi yang mau belajar- setiap organisasi kepolisian, penuntut, pengadilan dan lembaga-lembaga pengawas harus merubah diri mereka menjadi organisasi yang mau belajar, yang terbuka dengan komuniasi , mendukun tindakan yang beresiko, dan penganut
    4. Menghargai perbedaan, kolaborasi antara penyelesaian masalah, dengan agen-agen di dalam masyarakat, keuntungan dari perbedaan pendapat diantara lingkungan, termasuk kepada sumber permasalahan. Langkah pertama yang sangat penting adalah melibatkan laki-laki dan perempuan dari berbagai ras, latar belakang ethnis, orientasi seksual, dan agama/kepercayaan
    5. Dukungan terhadap korban, koban berhak untuk mendapatkan perlakuan dengan rasa kasih saying, sensitive, harga diri, dan respek. Mereka membayar harga yang tertinggi untuk mendapatkan tempat dimana perencanaan kebijakan, proses penyelesaian masalah, dibuat. Korban berhak mendapatkan kesempatan terstruktur dan sukarela untuk berbicara dengan pelaku kejahatan, untuk menanyakan dan membiarkan pelaku kejahatan langsung tahu dari orang pertama yang mengalami tindak kejahatannya. Negara juga harus meyakinkan bahwa keprcayaan untuk kompensasi terhadap korban, restitusi dan notifikasi diawasi dan dilaksanakan. Bantuan tambahan dengan menurunkan level birokrasi dan penundaan pelayanan terhadap korban untuk membantu apa yang mereka alami.
    6. Memulihkan ancaman, perbaikan keadilan masyarakat harus mendukung kegiatan yang melibatkan pelaku kejahatan untuk memulihkan rasa sakit yang mereka lakukan terhadap korban secara langsung, kepada masyarakat, kepada keluarga dan teman-teman mereka dan kepada lingkungan. Filosofi ini harus didukung oleh seluruh sistem, dengan perhatian khusus dalam interaksi terhadap kenakalan anak, sejak pendekatan perbaikan menawarkan harapan terbaik untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran pribadi masing-masing.
    7. Mempromosikan pencegahan, menyeimbangkan bantuan untuk bekerjasama secara efektif dan menekan angka penyelesaian masalah akibat kejahatan dengan kekerasan dan melakukan langkah-langkah proaktif untuk penderita trauma dan kehilangan, hal ini akan menghemat dana dalam jangka panjang.
    8. Menurunkan resiko, tidak ada reformasi yang dapat sukses, jika orang-orang tidak mengerti bagaimana menjaga komunitas lingkungannya menjadi lebih aman. Dalam rangka menginvestasi pencegahan, hal ini berarti memperbaiki sanitasi menjadi kewajiban, jadi membuat pengedar narkoba kelas bawah tidak dapat lagi menjalankan aktivitasnya.
    9. Investasi dalam perencanaan, strategi jangka panjang yang memperbolehkan agen-agen dan organisasi jangka panjang focus dalam menyetarakan visi masing-masing dan membangun stategi yang fleksibel untuk mencapainya, dalam pelaksanaannya, koreksi dapat dilakukan sepanjang pelaksanaannya sehingga keefektifannya dapat diukur.
    10. Mengembalikan kepercayaan, kepercayaan adalah elemen yang paling esensial dari kolaborasi/kerjasama. Di tempat pertama adalah mempromosikan hubungan yang dapat dipercaya dalam organisasi dan institusi kita. Kepercayaan adalah esensi mendasar dari para professional dari berbagai macam agensi dan masyarakat.4
    11. Dana yang dipakai, Penelitian yang dilakukan menentukan arah dana yang akan dipakai untuk mengatasi permasalahandan mengidentifikasi program yang akan digunakan.

    Menggabungkan Community Policing dengan Balanced and Restorative Justice ( BARJ)

        Khususnya didalam community policing dan perbaikan keadilan bisa dikawinkan dan menemukan kesamaan pola yang mendasar dari bagian besar pondasi bentuk Restorative Community Justice ( perbaikan keadilan masyarakat). Dengan menggabungkan dua pergerakan reformasi filosofi itu, gabungannya akan memberikan keuntungan kepada polisi dengan menyediakan kepada mereka bingkai kinerja yang bermoral dan beretika., khususnya dalam hubungan mereka dengan anak-anak remaja. Di sisi lain, restorative justice dapat memberikan keuntungan dengan mengadopsi pendekatan struktur community policing untuk berkolaborasi , penyelesaian masalah dengan dasar kemasyarakatan ( community based-problem solving). Model S.A.R.A ( Scanning, Analysis,Response, Assesment), di buat oleh Dr. Herman Goldstein dan dipopulerkan oleh Forum Eksekutif Riset Kepolisian sebagai dasar fundamental dari problem oriented policing. Inti yang brilliant dari model ini adalah memaksa orang-orang untuk melihat permasalahan dari berbagai sisi sebelum mereka diperbolehkan untuk brain storming penyelesaian yang mungkin. Tanpa S.A.R.A masyarakat melihat pada kegiatan yang berorientasi pada tindakan kepolisian, tipe yang langusng mengidentifikasi respon sebelum mendalami faktor dinamika yang penting.

        Dari review artikel diatas, penulis akan melakukan penelitian tentang penggabungan community policing dengan balanced and restorative justice ( BARJ)yang dinamakan Restorative Community Justice ( Perbaikan Keadilan Masyarakat) dapat dikembangkan, untuk itu penulis perlu melakukan langkah-langkah penelitian dengan melakukan survey data primer dan sekunder tentang penerapan community policing di territorial hukum Jakarta ( Polda Metro Jaya) sebagai barometer kejahatan nasional khususnya pada komunitas-komunitas masyarakatnya. Jakarta sebagai ibukota RI sendiri tingkat kejahatan dengan kekerasan diamati sudah meningkat. Apalagi ini dipicu oleh fenomena krisis global yang melanda hampir seluruh dunia.

        Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan dengan teknik pengumpulan data melalui tekhnik random sampling, bagaimana dampak kerugian materiil dan moril dari viktimisasi yang dialami para korban kejahatan dengan kekerasan dan apakah tekhnik tekhnik yang ditawarkan oleh Bucqueroux dapat berjalan efektif dengan mempertemukan antara korban kejahatan dengan pelaku kejahatan yang harus mempertanggungjawabkan tindakannya ke komunitasnya, ke rekan-rekannya dan terutama kepada korban itu sendiri secara langsung..

        Dengan melakukan penelitian melalui metode kuantitatif, peneliti mempunyai tujuan penelitian untuk menjelaskan permasalahan bagaimana efektifitas community policing, dan bagaimana community policing telah mempengaruhi pelaksanaan kinerja Kepolisian RI dalam hal ini Satuan Reskrim yang melakukan tindakan represif sehingga menimbulkan permasalahan baru yaitu meledaknya angka pelaku kejahatan yang berada di penjara dan efektifitas dari pemenjaraan itu sendiri.

    Permasalahannya disini adalah kultur dari orang Indonesia yang sering apatis dan tidak senang untuk melakukan sosial kontrol terhadap rekan-rekannya yang mengalami kejahatan atau menjadi pelaku kejahatan. Tentunya hal ini belum dibuktikan secara ilmiah, oleh karena itu peneliti juga akan melakukan penelitian terhadap hal ini, apakah karakter rakyat Indonesia yang direpresentasikan di Jakarta yang terdiri dari berbagai macam kultur dan suku bangsa dapat melakukan sosial kontrol dengan baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s