Reformasi Birokrasi Polri

Dalam pidato pembukaannya pada acara launching Reformasi Birokrasi Polri (RBP), Kapolri Jend.Pol. H.Bambang H.D.MM menyampaikan bahwa RBP sejalan dengan program pemerintah dalam menerapkan dan membangun tata pemerintahan yang baik (Good Governance). RBP ini juga sebagai tindaklanjut dari Grand Strategy Polri (2005-2025) yang pada saat ini dalamTahap Trust Building.Kapolri mencanangkan Program yang dinamakan “QUICK WIN” yang bertujuanuntuk membangun kepercayaan masyarakat kepada Polri. Quick win ini juga merupakan transformasi birokrasi menuju birokrasi yang modern dan profesional dalam mewujudkan dan memelihara kamtibmas.Adapun program2 unggulan dalam implementasi quick win ini antara lain :
1. QUICK RESPONSE Yaitu kecepatan dan ketanggap segeraan polisi dalam menanggapi dan menindaklanjuti laporan masyarakat. Kecepatan penanganan Polri ini didukung dengan sistem terpadu dan penggunaan IT sepertiGPS,GIS, Internet, Call Centre 112,SMS 1717,HT,Peta Digital, CCTV danFax/email, serta TMC (Traffick Management Centre.
2. Transparansi dan Komunikasi yang baik dalam Penyidikan.Yaitu usaha POlri untuk lebih transparan dan komunikatif dalam bidang penyidikan tindak pidana melalui wadah SP2HP. Hal ini bertujuan untukmenghindari adanya miskomunikasi dan salah persepsi dari masyarakat atas tindakan2 yg dilakukan penyidik Polri, dimana masyarakat dapat memperoleh informasi tentang berbagai hal yg belum dipahami dan diketahui terkait dengan perkara pidana yang dialaminya. Polda MetroJaya telah membuat Website sebagai sarana pendukung sehingga masyarakat dapat mengakses informasi perkembangan penyidikan perkarapidana yg dilaporkannya.
3. Proses Rekruitment Anggota Polri Yaitu dalam rangka menyaring SDM Polri yg diharapkan cerdas,bermoral, patuh hukum, dan modern POlri menerapkan proses rekruitmentyang bersih,transparan, dan akuntabel. Proses rekruitment ini diawasi lembaga eksternal seperti Kompolnas, DPR, LSM, Police Watch,Profesional, dan Tokoh masyarakat serta bekerjasama dengan kalangan Universitas .
4. Transparansi dalam Pelayanan SSB (SIM-STNK-BPKB) Yaitu pelayanan SSB dengan prinsip Cepat, Tepat, dan Akurat yangdidukung dengan IT (SSB online) serta beri kemudahan kpd masyarakatdalam birokrasi pengurusannya dengan wadah SIM keliling, Gerai Samsat,STNK door to door, Samsat drive throu, dan Samsat E-payment.
Dalam acara launching RBP tersebut Presiden SBY memberikan sambutan dengan pointers sbb :
1. Tugas Polri dalam UU adalah memelihara ktms, melindungi,mengayom idan melayani masyarakat, serta menegakkan hukum. Dalam usaha pelayananpublik POlri diharapkan dapat “Better-Cheaper- Quicker-Easier” (lebih baik-lebih murah-lebih cepat-lebih mudah).
2. Pada dasarnya Presiden senang akan prestasi yang diraih Polri dengan istilah Bagus sekali, bagus, dan ada yang belum bagus. Dalam menangani kejahatan narkotika Polri sudah bagus, demikian juga terorisme dan penanggulangan kejahatan kekayaan alam. Dengan catatan :- Illegal Fishing belum optimal- Penanganan Street Crime dan Premanisme masih kurang optimal. Khususmengenai hal ini Presiden SBY sangat menaruh harapan besar kepada Polri untuk dapat melakukan “PERANG” terhadap Kejahatan Jalanan dan Premanisme untuk menciptakan rasa aman dalam masy sepanjangwaktu. Prinsipnya bahwa “Negara tidak boleh kalah dengan Street crimedan Premanisme, walaupun memamng ada resiko yg harus dihadapi”.
3. Polri diharapkan dapat membangun komunikasi yg baik denganmasyarakat, sehingga tidak ada prasangka buruk di hati masy mengenaitugas2 Polri.
4. Presiden SBY memberikan suatu filsafat berkaitan dengan reformasi birokrasi dengan menggambarkan suatu rumah yg mempunyai ruangan danhalaman. Lebih baik yg punya sendiri yg membersihkan daripada dibersihkan orang luar. Proses pembersihan juga seperti membersihkanrumah dimana harus dilakukan secara terus menerus. Sapu sebagai alat pembersih juga harus lebih bersih daripada yang hendak dibersihkan.

Sumber: email dari rekan Arsyal Sahban


7 thoughts on “Reformasi Birokrasi Polri

    1. @Inna..saya panggil inna aja yah..resikonya tentu besar, kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebagai lembaga penegak hukum tentunya semakin lama semakin luntur dan merugikan Polri…dan tentu hal ini akan menjadi bumerang bagi Polri untuk melaksanakan tugasnya sendiri. Dalam RBP sendiri ada parameter yang dapat diukur, apakah ini dilakukan dengan sungguh-sungguh atau tidak. Kinerja Polri juga ditentukan oleh Situasi kondisi sosial dan ekonomi dari masyarakatnya. apabila Polri dalam Parameter Reformasi Polri sudah dilaksanakan dengan sungguh-sungguh namun tidak sesuai dengan dinamika kondisi sosial dan ekonomi masyarakat, akan sia-sia. Jadi semuanya harus berjalan paralel, tidak hanya Polri, namun Masyarakat perlu memahami bahwa ada Reformasi Kultural dan Mental yang perlu dilaksanakan.

  1. Bang…. nanya lagi boleh kan ? Apa artinya merit system pada lembaga kepolisian ? dan apa setiap anggota polri wajib melaksanakan prinsip merit system itu bang ? Gimana implikasinya Bang?

    1. @Inna..Sorry sibuk sekali kemarin. jadi Merit sistem adalah sistem promosi jabatan yang berdasarkan kemampuan dalam sebuah intitusi pemerintahan, bukan berdasarkan koneksi politis dan sebagainya…Merit sistem adalah sistem yang dipakai, jadi bukan wajib, tapi memang sudah menjadi sistem yang terintegrasi dalam budaya organisasi Polri. Implikasinya adalah tentu sangat baik apabila dilaksanakan sungguh-sungguh. Kemampuan Personel Polri dilihat dari aspek pendidikan serta pengalaman tugasnya. semuanya menjadi faktor yang menentukan promosi dalam kariernya. Polri dalam hal ini belum melaksanakan merit sistem secara murni, karena bila diterapkan, maka promosi jabatan dan pangkat seseorang akan cepat sekali naik bila dia berprestasi. Namun saat ini sistem kenaikan pangkat masih berpatokan kepada masa dinas. Ada yang kita sebut KPLB ( Kenaikan Pangkat Luar Biasa) namun tolak ukurnya tidak sama antara satu Satuan Kerja dan yang lain. Begitu pula bagi yang tidak berprestasi, seperti contoh, bila murni dilaksanakan akan banyak dari satu leting lulusan AKademi Kepolisian yang naik pangkat dalam waktu beberapa tahun sudah Kombes, tapi masih ada juga yang Letnan Dua. Artinya penghargaan terhadap yang berprestasi benar-benar di cerminkan dari promosinya. thks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s